BNI Syariah. Foto: Jawa Pos.Com/JPNN
jpnn.com, JAKARTA - Pembiayaan perbankan untuk pelaku di sektor industri kreatif masih minim. Kendalanya, mayoritas startup di industri tersebut belum dianggap bankable oleh perbankan.
Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan, perbankan memang mempunyai banyak pertimbangan dalam membiayai perusahaan rintisan.
’’Usahanya feasible, tetapi ada syarat bankable,’’ ujar Dhias belum lama ini.
Meski demikian, BNI Syariah terus berupaya menggenjot penyaluran pembiayaan untuk sektor industri kreatif.
Pihaknya mencatat outstanding pembiayaan BNI Syariah ke sektor industri kreatif baru 1,2 persen dari total portofolio atau mencapai Rp 300 miliar.
Tahun ini, pihaknya juga menargetkan kontribusi sektor industri kreatif mencapai 1,5 persen hingga dua persen dari target total pembiayaan 2018.
’’Ekonomi kreatif ini baru dan kami mencari yang aman serta tidak memberatkan. Kami juga masih mengikuti rule dari BI dan OJK,’’ ungkap Dhias.
Di sisi lain, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo mengatakan, tidak semua lembaga keuangan bisa membiayai sektor tersebut.

Kamis, 08 Maret 2018
Sifat Chicco Jerikho ini Bikin Hati Putri Marino Luluh
Senin, 05 Maret 2018
Wow...Menjaga Kekenyalan, Payudara Pedangdut ini Diasuransikan
Senin, 05 Maret 2018
Ini Rahasia Cantik Runner Up Mrs. World Indonesia 2014 diusia 45 Tahun
Rabu, 07 Maret 2018
Wow...Bondan Prakoso ingin Miliki 3 hingga 4 Anak, ini Alasannya
Senin, 05 Maret 2018
Sambut Kedatangan Para Atlet, Sekitar 150 Hotel di Palembang Terus Berbenah
Jumat, 09 Maret 2018
Profesi Make Up Artist Banyak Dicari, Srikandi Hanura Buat Pelatihan Kecantikan
Jumat, 09 Maret 2018
Ibnu Jamil Hitamkan Warna Kulit?
Jumat, 09 Maret 2018
Pelajari Budaya Melayu,Putri Marino Bergaul dengan Penduduk Natuna Selama 2 Minggu
0 Response to "Akses Permodalan Industri Kreatif Masih Minim "
Posting Komentar