Malcolm Turnbull. Foto: Jawapos
jpnn.com, CANBERRA - Australia adalah satu dari 24 negara yang mengikuti jejak Inggris usir diplomat Rusia. Sebanyak dua diplomat Negeri Beruang Merah diberi waktu sepekan untuk angkat kaki dari Negeri Kangguru.
Dua diplomat tersebut dituding sebagai agen intelijen Rusia yang disamarkan sebagai diplomat.
”Bersama dengan Inggris dan sekutu serta partner kami lainnya, Australia mengambil tindakan sebagai respons atas serangan racun saraf di Salisbury, Inggris, baru-baru ini,” bunyi pernyataan PM Australia Malcolm Turnbull seperti dilansir oleh CNBC kemarin, Selasa (27/3).
Seperti diketahui, negara-negara Eropa, Amerika Serikat dan Australia kompak mengusir diplomat Rusia. Pengusiran tersebut terkait upaya pembunuhan mantan agen ganda Inggris, Sergei Skripal.
Rusia diduga kuat berada di belakang upaya kejam tersebut. Pasalnya, racun yang digunakan untuk menghabisi skripal adalah produksi Rusia. (dil/jpnn)

Rabu, 28 Maret 2018
Maxime Bouttier Bangga Perankan Gibran di Film Serendipity
Rabu, 28 Maret 2018
Asman Abnur Sebut 1,6 Juta PNS Hanya jadi Juru Ketik
Rabu, 28 Maret 2018
Stop Bullying, Kamu Wajib Nonton Film Serendipity
Rabu, 28 Maret 2018
Jokowi Terima Perwakilan Ojek Online
Rabu, 28 Maret 2018
Presiden Lantik Hakim MK dan Wagub Kepri
Selasa, 27 Maret 2018
Ini Manfaat Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani
Selasa, 27 Maret 2018
Pemeriksaan Perdana Tersangka Korupsi APBD Malang
Selasa, 27 Maret 2018
Mengaku Dekat, Angela Gilsha dan Bryan Domani Terlibat Cinta Lokasi?
0 Response to "Diduga Mata-Mata, Diplomat Rusia Diusir dari Australia"
Posting Komentar