
jpnn.com, CAIRO - Arab Saudi mencapai kesepakatan dengan Mesir untuk menggarap proyek megacity di wilayah Semenanjung Sinai bagian selatan.
Pusat bisnis dan wisata megah tersebut bakal dibangun di atas lahan seluas 1000 kilometer persegi dengan biaya USD 10 miliar.
Kesepakatan itu dibuat akhir pekan kemarin saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertemu dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi di Kairo, Mesir.
Pertemuan itu merupakan kunjungan kenegaraan pertama Pangeran Mohammed ke luar negeri, sejak menjadi pewaris takhta tahun lalu.
Diketahui bahwa Mesir dan Arab Saudi telah memperkuat hubungan sejak Sisi mengambil alih kekuasaan pada tahun 2013.
Proyek yang sejauh ini hanya dikenal dengan sebutan NEOM tersebut merupakan bagian dari upaya Saudi mendiversifikasi sumber pendapatan, sebagai antisipasi mengeringnya uang dari sektor minyak dan gas. Selain Mesir, Yordania kabarnya juga akan dilibatkan dalam proyek raksasa ini.
Rencananya, daerah di pesisir Laut Merah ini akan diisi perkantoran dan tempat wisata. Sasarannya tentu adalah investor dari Eropa dan Amerika Serikat serta negara asing lainnya.
Demi tujuan itu, Saudi tidak akan menerapkan syariah Islam di wilayah NEOM. Mereka akan merancang peraturan dan sistem peradilan baru yang lebih sesuai dengan para investor asing.

Senin, 05 Maret 2018
BJ Habibie Sakit di Luar Negeri, Ini Respons Presiden Jokowi
Senin, 05 Maret 2018
Ngeri, Ditinggal Warganya Wilayah ini jadi Desa Mati, Alasannya...
Senin, 05 Maret 2018
Lihat Nih, Pak Jokowi Sudah Berlatih Tinju
Senin, 05 Maret 2018
Randy Martin Kesal Foto Mandi Bareng Pacar Beredar di Medsos
Senin, 05 Maret 2018
Lihat! Chelsea jadi Korban ke-25 Manchester City
Senin, 05 Maret 2018
Durian Oku Dikirim Sampai ke Pulau Jawa
Senin, 05 Maret 2018
Belum Nikah, Aura Kasih Malah jadi Janda Seksi
Jumat, 02 Maret 2018
"Mata Dewa" Film Drama Olahraga Basket Pertama Di Indonesia
0 Response to "Mesir dan Saudi Sepakat Bangun Megacity Non-Syariah di Sinai"
Posting Komentar