
jpnn.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo mengatakan penangkaran burung di Indonesia membantu memajukan perputaran ekonomi tanah air. Terutama pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
"Ada pembuatan sangkar burung, kemudian makanan burung, jadi berkembang dan hitungannya tadi untuk perputaran Rp 1,7 triliun per tahun. Artinya di sisi penangkaran, pakan, sangkarnya, dan obat-obatan," ujar Jokowi, sapaan Presiden saat menghadiri Festival dan Pameran Kicau Burung Piala Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor.
Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan perputaran jumlah uang karena penangkaran burung itu terjadi setiap tahun.
Apalagi komunitas burung di Indonesia sering menggelar kontes setiap dua bulan sekali.
Jumlah itu menjadi perputaran ekonomi sejak 2009 lalu. Sementara itu, kebiasaan memelihara burung dalam sangkar sudah dikenal sejak lama.
Kontes burung bahkan sudah sering digelar sejak 1970an.
"Dan kini sudah menyebar hingga ke desa-desa. Bahkan dalam dua tahun ini menurut komunitas burung, negara tetangga sudah mulai melakukan adopsi kontes burung dan beberapa praktisi masyarakat diundang untuk melatih di Malaysia," kata Menteri Siti. (flo/jpnn)

Minggu, 11 Maret 2018
Harapan Runner Up IV Puteri Indonesia 2017 Kepada Sonia Fergina
Minggu, 11 Maret 2018
Kalah Penguasaan Bola dan Umpan, MU Hancurkan Liverpool
Minggu, 11 Maret 2018
Ini Jawaban Penentu Sonia Fergina Raih Mahkota Puteri Indonesia 2018
Kamis, 08 Maret 2018
Putri Marino dan Chicco Jerikho tak ingin Tunda Momongan
Rabu, 07 Maret 2018
Cak Imin Yakin Jokowi Bakal Memilihnya sebagai Cawapres
Selasa, 06 Maret 2018
Menkominfo Pastikan Data Pengguna Kartu Seluler Aman
Selasa, 06 Maret 2018
Sempat Vakum, Ariyo Wahab tak Canggung Kembali Berakting
Kamis, 08 Maret 2018
Sifat Chicco Jerikho ini Bikin Hati Putri Marino Luluh
0 Response to "Pelihara Burung, Negara Diuntungkan Rp 1,7 Triliun"
Posting Komentar