
jpnn.com, BAGHDAD - Setelah mendeklarasikan kekalahan ISIS di Irak, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Haider Al Abadi langsung mengimbau kekuatan asing di negerinya untuk pulang.
Pekan lalu, parlemen merancang jadwal kepulangan pasukan-pasukan asing dari Irak. Namun, tidak untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.
”Kami akan tetap bertahan di sini karena pemerintah Irak yang meminta sendiri,” kata Jens Stoltenberg, pemimpin tertinggi NATO, di sela lawatannya ke Baghdad Senin (5/3) waktu setempat seperti dilansir Al Jazeera.
Tanpa permintaan langsung dari Abadi dan pemerintahannya, dia menegaskan bahwa NATO pun akan angkat kaki dari Irak. Sama seperti kekuatan militer yang lain.
Menurut Stoltenberg, tugas NATO nanti adalah memberikan pelatihan militer kepada pasukan Irak.
”Kami berusaha membekali mereka dengan segala keahlian yang mereka perlukan untuk mempertahankan stabilitas keamanan negara. Terutama mencegah ISIS bangkit lagi,” ujarnya.
Senin itu, Stoltenberg menggelar pertemuan empat mata dengan Abadi, kemudian mengecek kesiapan fasilitas pelatihan militer. (hep/c25/sof)

Rabu, 07 Maret 2018
Cerita Baim Soal Roti Sialan di Pernikahan Chicco
Rabu, 07 Maret 2018
Mobilmu aja Bersih, Masa Enggak Sayang sama Lingkungan
Rabu, 07 Maret 2018
Moto GP 2021, Jokowi Restui di Sentul
Rabu, 07 Maret 2018
Ogah Gandeng Label, Bondan Prakoso Lebih Nyaman Promo Lagu Lewat Youtube
Rabu, 07 Maret 2018
Real Madrid Tinggalkan Kenangan Menyakitkan Buat PSG
Rabu, 07 Maret 2018
Cak Imin Ajak Memerangi Narkoba dengan Cara Ini
Rabu, 07 Maret 2018
PBB Sah Sebagai Partai Peserta Pemilu
Rabu, 07 Maret 2018
Wacana Abu Bakar Ba'asyir Tahanan Rumah, Pak Wiranto Bilang..
0 Response to "Nah Lho, NATO Ogah Angkat Kaki dari Irak"
Posting Komentar