
jpnn.com, JAKARTA - Selain menyidik kasus ujaran kebencian yang dilakukan Arseto Pariadji (38), penyidik juga mendalami kasus narkobanya.
Karena dalam penggeledahan di rumah penghina Presiden Joko Widodo itu, petugas mendapatkan alat isap sabu atau bong.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Arseto saat ini telah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
“Di sana akan menjalani pemeriksaan narkoba. Ini dilakukan mengingat Arseto pernah punya riwayat kasus narkotika,” kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis (29/3).
Argo menuturkan, Arseto pada 2008 pernah ditangkap atas kasus kepemilikan sabu-sabu dan kemudian divonis sepuluh tahun penjara.
Pemeriksaan di Puslabfor dilakukan karena penyidik curiga Arseto belum insaf. Apalagi dikuatkan dengan penemuan alat isap sabu-sabu tersebut.
“Kami akan cek urine dan rambutnya,” imbuh mantan Kapolres Nunukan ini.
Diketahui, Arseto ditangkap pada Rabu (28/3) kemarin di Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat.

Kamis, 29 Maret 2018
Dorong Guru Honorer Ikut Seleksi CPNS 2018
Kamis, 29 Maret 2018
Sissy Priscillia ingin Main Film Bareng Sang Adik, Alasannya
Kamis, 29 Maret 2018
Tiga Tema Diusung Sekaligus dalam Indonesia Fashion Week 2018
Kamis, 29 Maret 2018
Honorer Lolos Seleksi CPNS, Kontrak Langsung Diputus
Kamis, 29 Maret 2018
Saudara Masa Depan Xpander, Mitsubishi eX Concept
Kamis, 29 Maret 2018
Sudah Cerai, Sandy Nekat mau Tinggal Satu Atap Sama Tessa
Rabu, 28 Maret 2018
Maxime Bouttier Bangga Perankan Gibran di Film Serendipity
Rabu, 28 Maret 2018
Asman Abnur Sebut 1,6 Juta PNS Hanya jadi Juru Ketik
0 Response to "Penghina Jokowi Jalani Tes Urine dan Rambut di Puslabfor"
Posting Komentar