
jpnn.com, JAKARTA - Bareskrim Polri dan Bea Cukai berhasil mengungkap penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1,6 ton dari Tiongkok.
Atas hal tersebut, kini petugas bersiaga agar barang haram itu tak lagi diseludupkan ke Indonesia.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, kawasan laut merupakan yang paling rawan dalam penyeludupan narkoba.
“Polri sedang fokus pada dua jalur, baik jalur pantai barat Aceh maupun jalur Anambas. Tidak menutup kemungkinan juga jalur timur,” kata dia di Mabes Polri, Kamis (29/3).
Namun jalur yang paling rawan adalah pantai barat Aceh.
“Analisa selama tiga bulan oleh Bareskrim, jalur pantai barat dengan perairan dekat Laut Cina Selatan itu yang perlu diantisipasi,” imbuh dia.
Sengaja jalur itu dianggap paling rawan dikarenakan perairannya sangat luas.
“Yang penting Angkatan Laut sudah punya waktu patroli, Bea Cukai, ada Polairud dan juga Bakamla. Kami bagi habis semua patroli,” tambahnya.

Kamis, 29 Maret 2018
Kebaya Cantik yang Cocok untuk Semua Umur
Kamis, 29 Maret 2018
Dorong Guru Honorer Ikut Seleksi CPNS 2018
Kamis, 29 Maret 2018
Sissy Priscillia ingin Main Film Bareng Sang Adik, Alasannya
Kamis, 29 Maret 2018
Tiga Tema Diusung Sekaligus dalam Indonesia Fashion Week 2018
Kamis, 29 Maret 2018
Honorer Lolos Seleksi CPNS, Kontrak Langsung Diputus
Kamis, 29 Maret 2018
Saudara Masa Depan Xpander, Mitsubishi eX Concept
Kamis, 29 Maret 2018
Sudah Cerai, Sandy Nekat mau Tinggal Satu Atap Sama Tessa
Rabu, 28 Maret 2018
Maxime Bouttier Bangga Perankan Gibran di Film Serendipity
0 Response to "Polisi Sebut Kawasan Laut Ini Rawan Penyeludupan Narkoba"
Posting Komentar