Ahmad Heryawan. Foto: dok/JPNN.com
jpnn.com, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah merilis sembilan nama dari internalnya yang berpotensi menjadi calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilu 2019.
Sebagian kalangan menilai nama-nama tersebut lebih berpeluang maju sebagai calon wakil presiden.
Misalnya, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Presiden PKS Sohibul Iman.
"Tapi sepertinya sulit kalau menjadi cawapres untuk mendampingi Jokowi di Pemilu 2019," ujar pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago kepada JPNN beberapa waktu lalu.
Berikut lima alasan yang dipaparkan Direktur Eksekutif Voxpol Center ini:
1. Pemilih militan PKS merupakan antitesis Jokowi. Elektabilitas partai bisa tergerus di pemilu legislatif jika kader PKS menjadi cawapres Jokowi.
2. PKS selama ini partai oposisi, partai-partai pendukung Jokowi tentu bakal keberatan jika calon wakil presiden berasal dari PKS.
3. Elektabilitas kader PKS rata-rata masih di bawah sejumlah tokoh nasional lain. Jokowi kemungkinan akan merangkul tokoh yang dapat menopang elektoralnya di Pilpres 2019.

Kamis, 08 Maret 2018
Sifat Chicco Jerikho ini Bikin Hati Putri Marino Luluh
Senin, 05 Maret 2018
Wow...Menjaga Kekenyalan, Payudara Pedangdut ini Diasuransikan
Senin, 05 Maret 2018
Ini Rahasia Cantik Runner Up Mrs. World Indonesia 2014 diusia 45 Tahun
Rabu, 07 Maret 2018
Wow...Bondan Prakoso ingin Miliki 3 hingga 4 Anak, ini Alasannya
Senin, 05 Maret 2018
Sambut Kedatangan Para Atlet, Sekitar 150 Hotel di Palembang Terus Berbenah
Jumat, 09 Maret 2018
Profesi Make Up Artist Banyak Dicari, Srikandi Hanura Buat Pelatihan Kecantikan
Jumat, 09 Maret 2018
Ibnu Jamil Hitamkan Warna Kulit?
Jumat, 09 Maret 2018
Pelajari Budaya Melayu,Putri Marino Bergaul dengan Penduduk Natuna Selama 2 Minggu
0 Response to "5 Alasan Petinggi PKS Sulit Menjadi Cawapres Jokowi"
Posting Komentar