
jpnn.com, GRESIK - Kasus kematian Wahyu Setyawan, 15, mendapat atensi sejumlah pihak. Kalangan pemerhati anak berharap ada tindakan tegas dari instansi terkait. Khususnya menanggapi kasus perundungan (bullying) di sekolah.
Wahyu meninggal dengan cara tragis. Bocah asal Desa Sidojangkung, Menganti, itu gantung diri di gedung SD Nurul Iman.
"Dia korban bullying," tutur pembina Swayanaka (mahasiswa penyayang anak) Yessy Misdiana.
Yessy menyatakan, berdasarkan informasi yang didapat, siswa kelas VII SMP tersebut kerap diejek teman-temannya di sekolah.
Dia sering menyendiri. "Ada yang memanggilnya dengan sebutan Wahyu Alien. Kasihan," katanya.
Menurut Yessy, bullying lebih berbahaya daripada kekerasan fisik. Yang diserang adalah mental anak.
Selain depresi, anak menjadi minder. Dia merasa tidak percaya diri ketika hendak bergaul dengan teman lain.
Yessy berharap ada tindakan tegas dari instansi maupun dinas terkait. Minimal, ada penyuluhan terkait dengan bahaya tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Rabu, 28 Maret 2018
Karena Populer, Maxime ingin Ajak Prilly Latuconsina Duet
Selasa, 27 Maret 2018
Bryan Domani Doyan Perempuan Yang Lebih Tua
Kamis, 29 Maret 2018
Dianggap Mirip dengan Sang Adik Vanesha, Ini Kata Sissy
Selasa, 27 Maret 2018
Bolak-Balik Gagal, Akhirnya Angela Gilsha Lolos Casting Film Layar Lebar
Jumat, 30 Maret 2018
Nyeleneh, Ini Dia Lagu Religi Duet Melly Goeslaw Dan Hedi Yunus
Jumat, 30 Maret 2018
Indonesia Pernah Dijadikan Kiblat Pembangunan Infrastruktur Oleh Tiongkok
Jumat, 30 Maret 2018
Syifa Hadju Recycle Lagu Marcell Jangan pernah Berubah
Selasa, 27 Maret 2018
Eks Bintang Bokep Selingkuhan Trump Buka-Bukaan di TV
0 Response to "Bully Lebih Parah dari Kekerasan Fisik"
Posting Komentar