
jpnn.com, LABUAN BAJO - Ketua Bidang Kehormatan PDI PerjuanganKomarudin Watubun mengatakan, ada dokumen yang merupakan riset sejak ratusan tahun lalu mengenai Maluku.
Salah satunya produksi, ekstraksi, dan perdagangan rempah-rempah selalu menjadi tanda alam atas lahir dan redupnya kerajaan-kerajaan serta peradaban di dunia.
Penulis buku Maluku: Staging Point RI Abad 21 itu menambahkan, dalam riset dari sejumlah bukti arkeologis menyebutkan bahwa pada rempah-rempah asal Maluku sudah diperjualbelikan di Persia pada abad ke-17 pra-Masehi.
“Yunani pada pra-Masehi mencatat kemajuan sains, filsafat, dan teknologi ketika konsumsi rempah-rempah sangat besar,” kata Komarudin di Labuan Bajo, Jumat (4/5).
Dia menambahkan, kekaisaran Romawi pra-Masehi juga mencatat konsumsi rempah sangat besar yang dipasok dari India.
“Bahkan, pada era Firaun Mesir pra-Masehi pada masa itu Maluku disebut jazirat-al-mulk,” tambah Komarudin.
Komar menambahkan, kebangkitan Eropa ditandai dengan konsumsi rempah yang sangat besar pada abad 15-18 M.
Pada masa itu, sambung Komarudin, lahir Revolusi Industri di Eropa Barat.

Jumat, 04 Mei 2018
Lucinta Luna : Menaikan Bokong Biar Tambah Semok, jadi Goyang Tambah Berasa
Jumat, 04 Mei 2018
Sidang Fredrich Yunadi, Setya Novanto bersama Istrinya Bersaksi
Kamis, 03 Mei 2018
Pakai Jaket Kece, Jokowi Bertemu Calon Pemimpin Terbaik di Masa Depan
Kamis, 03 Mei 2018
Lagu Bola-Bola, Satukan Musik dan Olahraga
Kamis, 03 Mei 2018
Eko Mega Bintang, Mantan Penjual Gorengan Bikin Single Religi
Kamis, 03 Mei 2018
Maudy Ayunda Rilis Buku Pertama Dear Tomorrow
Rabu, 02 Mei 2018
Maudy Ayunda Terjun ke Politik?
Rabu, 02 Mei 2018
Grand Syeikh Al Azhar Bertemu JK di Jakarta
0 Response to "Bung Komar Beber Arti Penting Segitiga Maluku, Papua dan NTT"
Posting Komentar