jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) mendukung rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang mantan koruptor menjadi calon legislatif (caleg).
Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Iluni UI Arief Budhy Hardono, Indonesia tidak kekurangan sosok berintegritas yang layak dicalonkan menjadi anggota legislatif.
Arief menambahkan, anggota DPR memiliki peranan penting karena membuat undang-undang, mengawasi pelaksanaan UU, dan jalannya pemerintahan.
“Bagaimana anggota DPR RI dapat menjalankan tugasnya mengawasi dan mengoreksi jalannya pemerintahan kalau anggota DPR RI itu mantan napi korupsi?” kata Arief usai acara buka puasa dengan pimpinan UI, Selasa (29/5).
Saat ini KPU tengah menyelesaikan finalisasi aturan yang segera diterbitkan pekan ini.
Namun, rencana KPU tersebut mendapat penolakan dari sebagian parpol peserta Pemilu 2018.
Arief menjelaskan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang menyebabkan kerugian di banyak bidang.
“Gara-gara korupsi masih banyak penduduk yang miskin. Gara-gara korupsi masih banyak gedung-gedung sekolah yang rusak. Gara-gara korupsi banyak rakyat miskin yang belum mendapat pelayanan kesehatan yang baik. Apa lagi yang diharapkan dari para mantan napi korupsi?” tegas Arief.
-
Rabu, 30 Mei 2018
Hat-trick Lionel Messi Bawa Argentina Libas Haiti -
Rabu, 30 Mei 2018
Imbang Lawan Persebaya, Persipura Kukuh di Puncak Klasemen -
Selasa, 29 Mei 2018
Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Australia, JK Bahas ini... -
Selasa, 29 Mei 2018
Genap 28 Tahun,Ucie Sucita Berbagi Dengan Puluhan Anak Yatim -
Selasa, 29 Mei 2018
Jokowi dan JK Bayar Zakat Mal 50 Juta ke Baznas -
Selasa, 29 Mei 2018
Pemeran Bokep Mirip Anggota DPR, Bamsoet Bilang Begini -
Selasa, 29 Mei 2018
Coba, Bandingkan Hak Keuangan BPIP dengan Pejabat Lain -
Selasa, 29 Mei 2018
Ben Akui Sulit Pertemukan Putrinya dengan Marshanda
0 Response to "Tegas! Iluni UI Tolak Mantan Koruptor Jadi Caleg"
Posting Komentar