
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut aksi persekusi dan intimidasi oleh massa berkaus #2019GantiPresiden saat car free day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta akhir pekan lalu, sangat mencoreng politik di Indonesia.
“Saya kira kejadian kemarin itu kejadian yang memalukan sekali. Itu bukan budaya timur, bukan budaya politik kita,” kata dia di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Kamis (2/5).
Menurut dia, setiap orang boleh berpolitik dan menyatakan dukungannya ke siapa saja, tapi harus dengan cara yang elegan.
“Kita boleh beda pendapat, beda pilihan, tapi harus punya etika. Harus punya sopan santun,” tegas dia.
Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, ketika seseorang ingin mengkritik orang lain juga boleh. Tapi ada hal yang perlu diingat, tidak dengan menghina dan menjatuhkan.
“Kita punya harga diri, punya kehormatan. Jangan lagi memaksakan kehendak harus mengikuti yang menjadi pilihannya dan menjadi sikap politiknya,” tuturnya. (mg1/jpnn)

Kamis, 03 Mei 2018
Pakai Jaket Kece, Jokowi Bertemu Calon Pemimpin Terbaik di Masa Depan
Kamis, 03 Mei 2018
Lagu Bola-Bola, Satukan Musik dan Olahraga
Kamis, 03 Mei 2018
Eko Mega Bintang, Mantan Penjual Gorengan Bikin Single Religi
Kamis, 03 Mei 2018
Maudy Ayunda Rilis Buku Pertama Dear Tomorrow
Rabu, 02 Mei 2018
Maudy Ayunda Terjun ke Politik?
Rabu, 02 Mei 2018
Grand Syeikh Al Azhar Bertemu JK di Jakarta
Rabu, 02 Mei 2018
Ini Alasan Buruh Dukung Prabowo Capres 2019
Rabu, 02 Mei 2018
Jokowi : Bulog harus Dipimpin Orang yang Berani
0 Response to "Mendagri Sebut Ulah Massa #2019GantiPresiden Memalukan"
Posting Komentar