Pasar modal. Foto: JPG
jpnn.com, JAKARTA - Presiden Jokowi belum berbicara tegas mengenai rekaman percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir. Padahal, imbas persoalan ini bisa meluas jika tidak segera ditangani.
Karena itu, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan meminta supaya Jokowi dan DPR bisa segera bersikap.
Jokowi kata dia harus meminta penjelasan langsung kepada Rini, jangan malah mengeluarkan pernyataan menunggu informasi detail.
Mamit juga menyarankan agar DPR menyudahi perang dingin dengan Rini. Dengan begitu, DPR bisa segera meminta klarifikasi kepada Rini dan juga Sofyan soal rekaman percakapan tersebut.
"DPR perlu mengakhir perang dingin dengan Rini supaya bisa segera mengklarifikasi permasalahan yang ada," ujar Mamit di Jakarta, Rabu (2/5).
Alasannya, kasus percakapan Rini-Sofyan bisa berimbas pada kehilangan kepercayaan dunia usaha kepada Indonesia. Menurut Mamit, bisnis yang digarap Kementerian BUMN sedikit banyak melibatkan pihak ketiga.
Dugaan adanya percakapan itu tentang fee, bisa berimbas pada dunia investasi dalam negeri.
"Sedikit banyak pasti akan terdampak, misalnya terhadap pihak ketiga, entah itu perbankan, atau investor lain yang mau kerja sama dengan BUMN. Jika benar seperti dugaan awal, akan sangat berdampak negatif terhadap investasi," papar Mamit.

Rabu, 02 Mei 2018
Mayday 2018, Simak Tuntutan Buruh
Rabu, 02 Mei 2018
Ini Alasan Winda Pindah Genre dari Dangdut ke Pop
Rabu, 02 Mei 2018
Ganesha Academy Pilot, Cetak Perempuan Terbaik Papua menjadi Pilot Pegunungan
Rabu, 02 Mei 2018
Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat Terhadap Rupiah Naik, Ini Kata Jokowi
Senin, 30 April 2018
Film Horor
Senin, 30 April 2018
Pelatih Persebaya: Serangan Balik Mitra Kukar Efektif
Senin, 30 April 2018
Penjelasan Terbaru BIN soal Rekaman Percakapan Rini Soemarno
Senin, 30 April 2018
Ini Rupa Asli Hantu di Sekolah Penuh Praktik Bullying
0 Response to "Rekaman Menteri Rini-Sofyan Ganggu Kepercayaan Pasar Modal?"
Posting Komentar