
jpnn.com, SEOUL - Ribuan pasukan Amerika Serikat (AS) tidak akan ditarik. Korea Selatan (Korsel) ingin mereka tetap tinggal. Keputusan itu tidak bakal berubah meski Utara-Selatan akhirnya berdamai.
Sumber di internal istana kepresidenan Korsel atau Blue House menegaskan bahwa pasukan tersebut menjadi mediator jika sampai Seoul berkonfrontasi dengan negara tetangga lain. Misalnya saja, Jepang dan Tiongkok.
’’Pasukan AS yang ditempatkan di Korsel adalah urusan hubungan kedua negara. Tidak ada hubungannya dengan penandatanganan perdamaian,’’ tegas Kim Eui-kyeom, juru bicara Blue House, mengutip pernyataan Presiden Korsel Moon Jae-in.
Sebelum Moon bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un, masalah pasukan AS di Korea (USFK) itu menjadi perbincangan.
Sudah lama Pyongyang ingin USFK hengkang dari Semenanjung Korea. Namun, masalah tersebut tidak dibahas dalam pertemuan bersejarah Moon dan Jong-un pada Jumat (27/4).
Publik dan media kembali dibuat bertanya-tanya setelah penasihat kepresidenan sekaligus akademisi Moon Chung-in menulis artikel.
Di dalamnya, dia menulis, jika dua Korea damai, membenarkan keberadaan USFK bakal sulit. Moon Chung-in akhirnya diminta tutup mulut dan tidak membuat publik bingung dengan pernyataannya. (sha/c14/dos)

Kamis, 03 Mei 2018
Lagu Bola-Bola, Satukan Musik dan Olahraga
Kamis, 03 Mei 2018
Eko Mega Bintang, Mantan Penjual Gorengan Bikin Single Religi
Kamis, 03 Mei 2018
Maudy Ayunda Rilis Buku Pertama Dear Tomorrow
Rabu, 02 Mei 2018
Maudy Ayunda Terjun ke Politik?
Rabu, 02 Mei 2018
Grand Syeikh Al Azhar Bertemu JK di Jakarta
Rabu, 02 Mei 2018
Ini Alasan Buruh Dukung Prabowo Capres 2019
Rabu, 02 Mei 2018
Jokowi : Bulog harus Dipimpin Orang yang Berani
Rabu, 02 Mei 2018
Mayday 2018, Simak Tuntutan Buruh
0 Response to "Tentara AS di Korsel Jadi Kontroversi, Akademisi Dibungkam"
Posting Komentar